Minggu (9/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD Kabupaten Wonogiri melaksanakan Apel Kesiapsiagaan dan Gerakan Pengurangan Risiko Bencana di Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

1000 relawan mengikuti apel siaga mitigasi bencana di Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Minggu (9/12)

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan kapasitas di masyarakat agar memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana, khususnya ancaman akan datangnya musim penghujan. Pertemuan dilaksanakan melalui pelibatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Wonogiri yang didalamnya terdiri dari 48 Organisasi/Komunitas sehingga dapat dikerahkan 1.000 orang Relawan.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (berkacamata) saat membuka apel siaga 1000 relawan di Desa Sembukan

Apel Siaga dibuka oleh Bupati Wonogiri, Bapak Joko Sutopo, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan BNPB menyatakan bahwa Kabupaten Wonogiri dengan skor 146 dengan klasifikasi tinggi. Hal ini mendorong Pemkab Wonogiri untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya melindungi masyarakat dari risiko bencana. Dengan data dan fakta tersebut dibutuhkan selalu koordinasi dan kolaborasi antar komunitas sehingga penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh.

Ketua FPRB Wonogiri, Warjo saat menyampaikan laporan kegiatan kepada Bupati pada apel siaga mitigasi bencana di Desa Sembukan, Sidoharjo, Minggu (9/12)

Ketua FPRB Kabupaten Wonogiri, Warjo, menyampaikan laporan kegiatan saat apel tersebut mengatakan bahwa Relawan di Wonogiri berkembang cukup pesat jumlahnya. “Relawan tidak dibayar bukan karena mereka tidak berharga, tetapi karena mereka tidak ternilai harganya. Relawan dulu disebut sukarelawan, adalah orang yang secara sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dan keahliannya untuk menolong orang lain dengan tanpa pamrih, tidak mengharapkan imbalan. Yang terpenting adalah motivasinya sukarela dan tanpa pamrih,” jelas Warjo.

Selesai apel, para relawan menanam pohon di area bekas longsor, Minggu (9/12)

Pasca Apel Siaga, dilanjutkan dengan penanaman pohon di lereng bukit yang di tahun 2017, menjadi lokasi longsor akibat dari adanya Angin Siklon Cempaka. Dalam aksi gerakan PRB (penanaman pohon), relawan yg hadir membawa bibit secara mandiri dan menanam di lokasi di lubang-lubang yang telah disiapkan.

Selesai apel dilanjutkan dengan sarasehan bersama Bupati Wonogiri di Desa Sembukan, Sidoharjo, Minggu (9/12)

Apel Siaga dan Gerakan PRB, juga melibatkan kelompok Disabilitas yang tergabung dalam ReDifaRi (Relawan Difabel Wonogiri). Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Relawan, urun rembuk bersama komunitas relawan dan warga desa, Bupati berbincang-bincang tentang perlunya sinergitas membangun ketangguhan melalui keterlibatan semua pihak di wonogiri.

Tindak lanjut dari hasil sarasehan tersebut adalah akan dilakukan pertemuan di pendopo pada Kamis, 13 Desember 2018, untuk merumuskan bersama dengan para Kepala Desa se-kabupaten Wonogiri terkait penggunaan dana desa untuk kegiatan penanggulangan bencana, melalui pelatihan bagi relawan hingga terbentuknya Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.