HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA

26 APRIL 2021

KABUPATEN WONOGIRI

SIAP UNTUK SELAMAT

LATIHAN MEMBUAT KITA SELAMAT DARI BENCANA

Indonesia secara geografis terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Australasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia serta Filipina. Hal ini menyebabkan Indonesia rentan secara geologis. Pergerakan lempeng tersebut mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara yang berisiko tinggi terhadap ancaman bencana gempa bumi, tsunami, deretan erupsi gunung api (129 gunung api aktif), dan gerakan tanah.

Hasil survei di Jepang, pada kejadian gempa Great Hanshin Awaji 1995, menunjukkan bahwa presentase korban selamat dalam durasi “golden time” disebabkan oleh (1) Kesiapsiagaan Diri Sendiri sebesar 34.9%, (2) Dukungan anggota keluarga 31,9 %, (3) Teman/Tetangga 28,1%, (4) Orang Lewat 2,60%, (5) Regu Penolong 1,70 %, dan (6) lain-Lain 0,90%. Berdasarkan ilustrasi tersebut, sangat jelas bahwa faktor yang paling menentukan adalah penguasaan pengetahuan penyelamatan yang dimiliki oleh “diri sendiri”, keluarga dan komunitas di sekitarnya. Di Jepang setiap tanggal 1 September, ditetapkan sebagai “Hari Pencegahan Bencana” (Disasters Prevention Day) ditandai dengan melaksanakan gladi dan simulasi bencana nasional secara serentak di seluruh negeri. Berdasarkan hasil kajian tersebut maka perlu adanya gerakan aksi bersama untuk “Latihan Kesiapsiagaan Mandiri”, keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan penyadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa menghadapi potensi bencana di Indonesia yang terus meningkat.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2021 dilaksanakan dengan puncak kegiatan latihan pada tanggal 26 April 2021 yang ditandai dengan latihan evakuasi bencana (evacuation drill) secara mandiri (perorangan dan/atau kelompok) secara serentak diberbagai wilayah di Indonesia pada jam 10.00 – 12.00 waktu setempat dan membunyikan kentongan, sirine, lonceng dan alarm.

Kabupaten Wonogiri juga telah melaksanakan simulasi evakuasi mandiri dan membunyikan kentongan, sirine serta lonceng pada hari Senin, 26 April 2021. Seluruh OPD, 25 Kecamatan dan 294 Desa/Kelurahan melaksanakan simulasi evakuasi madiri secara serentak dan membuat dokumentasi kegiatan tersebut.

Diharapkan kegiatan simulasi evakuasi mandiri penyelamatan terhadap ancaman bencana di sekitar dapat dilakukan rutin setiap tahun guna melatih dan membiasakan masyarakat untuk menghadapi bencana.

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana diselenggarakan dengan latihan evakuasi mandiri juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman, kapasitas dan risiko bencana di lingkungan sekitar; meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana melalui pelatihan dan latihan kesiapsiagaan secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan.

Latihan yang dilaksanakan secara rutin dapat mewujudkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri dan keluarga serta komunitas terhadap ancaman bencana di lingkungan sekitarnya. Sehingga LATIHAN MEMBUAT KITA SELAMAT DARI BENCANA.